Bali, Indonesia
Posts

Quarter Life Crisis: Momen “Gue Ngapain, Sih?” di Usia 20-an

November 17, 2024
Hai, teman-teman! Pernah nggak sih, kalian ngerasa kayak lagi lost in the world? Udah kepala dua, tapi masih bingung mau ngapain sama hidup. Rasanya kek stuck di persimpangan jalan, nggak tau mau belok ke mana. Nah, ini nih yang lagi gue rasain sekarang. Quarter life crisis katanya. Dulu cuma denger orang ngomongin, sekarang malah ngalamin sendiri. Rasanya... campur aduk! Bingung, cemas, takut, semuanya jadi satu. Kayak gado-gado, tapi nggak enak. Jujur, kadang suka iri liat teman-teman yang udah punya career path jelas. Ada yang udah kerja di perusahaan impian, dapat gaji fantastis, ada yang sukses jadi entrepreneur, punya bisnis sendiri yang omzetnya bikin melongo, bahkan ada yang udah traveling keliling dunia, foto-fotonya estetik banget di Instagram. Sementara gue? Masih berkutat sama pertanyaan "mau jadi apa, ya?". Masih scrolling lowongan kerja yang sesuai, masih mikir mau bisnis apa, dan masih nabung buat sekedar staycation di kota sebelah. Tekanan dari keluarga dan lingkungan sosial juga nggak bisa dihindari. "Kerja di mana sekarang?", "Udah punya apa?", "Gajinya berapa?". Duh, pertanyaan-pertanyaan itu kadang bikin kepala makin pusing. Rasanya kayak dituntut buat jadi "sempurna" di usia muda. Padahal, setiap orang kan punya jalan hidupnya masing-masing. Kayak lari maraton, masa iya semua orang harus sampai finish di waktu yang sama? Apalagi di era media sosial kayak sekarang, gampang banget ngerasa insecure. Lihat postingan teman-teman yang keliatan "bahagia" dan "sukses" bikin gue jadi mempertanyakan diri sendiri. Apa gue kurang berusaha? Apa gue kurang beruntung? Apa gue kurang update Instagram Story? Kadang sampai overthinking, malam-malam bengong mikirin hidup. Belum lagi soal ekspektasi diri sendiri yang kadang terlalu tinggi. Dulu waktu kecil, cita-citanya macem-macem. Mulai dari dokter, astronot, sampai presiden. Sekarang? Mikirin besok makan apa aja udah pusing. Kadang suka mikir, apa gue udah mengecewakan diri gue sendiri di masa lalu, ya? Tapi, pelan-pelan gue coba buat berdamai sama semua ini. Gue mulai fokus sama hal-hal yang bikin gue bahagia. Mulai eksplor hobi baru, kayak nulis artikel kayak gini. Luangin waktu buat me time, kek sekedar nonton film atau dengerin musik. Dan coba hal-hal yang selama ini cuma jadi wacana, misalnya redesign web atau belajar nulis artikel. Gue juga belajar buat nggak membandingkan diri sendiri sama orang lain. Toh, hidup ini bukan perlombaan, kan? Setiap orang punya timeline-nya masing-masing. Gue juga mulai belajar buat menerima ketidakpastian. Nggak semua hal harus terencana dengan sempurna. Kadang, go with the flow juga perlu. Siapa tau, di tengah ketidakpastian itu, gue malah menemukan hal-hal baru yang lebih menarik. Quarter life crisis ini emang nggak enak, tapi gue yakin ini cuma fase. Fase di mana gue belajar buat lebih mengenal diri sendiri, mengetahui potensi gue, dan menentukan arah hidup gue. Mungkin prosesnya nggak instan, tapi gue percaya setiap orang punya waktunya masing-masing untuk bersinar. Semangat buat kita semua yang lagi berjuang di fase quarter life crisis! Kita pasti bisa! Ingat, kita nggak sendirian. Banyak kok, teman-teman di luar sana yang juga lagi ngerasain hal yang sama. So, keep your head up and keep moving forward!