Meminta Data MTR dengan Parameter yang Benar
BASH
mtr --report --report-cycles 100 --show-ips target-ip-atau-domain.idMemeriksa Hop Awal di Jaringan Lokal Pelanggan
Loss%) dan rata-rata latensi (Avg). Jika hop 1 menunjukkan packet loss sebesar 10% atau latensinya melonjak tidak wajar (misalnya menyentuh 80 ms pada gateway lokal 192.168.1.1), kendala hampir pasti ada pada perangkat lokal atau koneksi nirkabel pelanggan.
Aturan dasar dalam membaca MTR: packet loss yang merupakan masalah jaringan riil akan terus terbawa (persistent) ke semua hop berikutnya sampai hop tujuan akhir. Jika hop 2 menunjukkan loss 20%, lalu hop 3 sampai hop 10 juga menunjukkan loss sekitar 20%, masalah berakar di hop 2 (ISP lokal pelanggan). Namun, jika hop 2 menunjukkan loss 40% tetapi hop 3 dan seterusnya turun kembali ke 0%, angka di hop 2 hanyalah router yang membatasi respon ICMP (control plane rate limiting), bukan packet loss nyata.
Berikut contoh format output MTR saat terjadi packet loss riil di segmen peering:
TEXT
HOST: client-pc Loss% Snt Last Avg Best Wrst StDev
1.|-- 192.168.1.1 0.0% 100 1.2 1.4 0.9 4.2 0.6
2.|-- 10.x.x.x (ISP-GW) 0.0% 100 8.5 9.1 7.8 18.4 1.5
3.|-- 182.253.x.x 0.0% 100 12.1 13.0 11.2 24.5 2.1
4.|-- iix.net.id 8.0% 100 74.2 72.5 35.1 140.2 21.3
5.|-- target-datacenter 8.0% 100 75.1 73.1 35.8 138.9 20.8
6.|-- 103.x.x.x (Server) 8.0% 100 74.8 72.9 35.4 139.1 20.7Mengidentifikasi Titik Peering IIX dan OpenIXP
iix.net.id, openixp, atau nama fasilitas interkoneksi di gedung sentral seperti Cyber Building atau Duren Tiga.
Ada dua gejala utama yang menandakan masalah di level peering:
- Lonjakan latensi permanen: Latensi dari ISP pelanggan ke hop sebelum exchange biasanya stabil di rentang 5–15 ms untuk rute sesama Jakarta atau pulau Jawa. Begitu masuk ke hop IIX, latensi melonjak drastis (misalnya menjadi 70–120 ms) dan angka tinggi ini bertahan sampai hop server tujuan. Ini menandakan antrean paket atau kongesti rute interkoneksi antar Autonomous System (ASN).
- Packet loss berlanjut: Muncul packet loss pada hop IIX (seperti contoh output di atas, sebesar 8%) yang angkanya konsisten terbawa hingga ke hop server target. Jika server hosting tidak mengalami saturasi CPU dan tidak membuang paket di firewall, angka loss yang persisten dari titik IIX membuktikan kendala terjadi pada link peering antar-penyedia.
StDev) yang sangat tinggi pada hop exchange dan hop target, serta selisih tajam antara kolom Best dan Wrst. Ketika jalur utama exchange penuh, beberapa router BGP melakukan rerouting secara dinamis, menyebabkan latensi berfluktuasi liar antar-detik.
Menentukan Langkah Eskalasi yang Tepat
- Jika MTR dari sisi server menuju pelanggan menunjukkan rute yang bersih tanpa packet loss, tetapi MTR dari pelanggan ke server menunjukkan loss di titik IIX, bottleneck berada di jalur masuk (ingress) ISP pelanggan ke exchange.
- Jika MTR dari kedua arah sama-sama menunjukkan loss atau lonjakan latensi di hop exchange yang sama, link interkoneksi ASN antara upstream server Anda dan ISP pelanggan sedang mengalami saturasi.
