Dampak awal: situs normal, tapi email dan subdomain hilang
shop atau mail tidak bisa diakses.
Yang membuat bingung, tidak ada yang menyentuh pengaturan email. Mailbox masih ada di layanan yang sama dan password tidak berubah. Dari sudut pandang pemilik situs, yang dipindah cuma website.
Untuk memahami kenapa ini terjadi, dua istilah perlu jelas dulu. Nameserver adalah server DNS otoritatif, yaitu server yang memegang jawaban resmi untuk semua record di satu domain. Kumpulan record itu disebut zone. A record hanya salah satu isi zone, yaitu record yang memetakan nama seperti contoh.com ke alamat IPv4. Di zone yang sama juga ada MX (tujuan pengiriman email), TXT (SPF, DKIM, DMARC, token verifikasi), CNAME, dan record lain.
Mengubah A record berarti mengganti satu baris di zone yang sama. Mengganti nameserver berarti memindahkan seluruh zone ke server lain. Record apa pun yang tidak ada di zone baru dianggap tidak pernah ada oleh dunia luar.
Jalur investigasi: memastikan siapa yang sedang menjawab
@ tidak melewati cache resolver, jadi hasilnya mencerminkan isi zone di server itu, bukan sisa cache.
BASH
# Nameserver yang saat ini didelegasikan untuk domain
dig NS contoh.com +short
# Bandingkan record MX di zone lama dan zone baru
dig MX contoh.com @ns1.dns-lama.example +short
dig MX contoh.com @ns1.dns-baru.example +short
# Cek TXT (SPF, verifikasi) dan subdomain di zone baru
dig TXT contoh.com @ns1.dns-baru.example +short
dig CNAME shop.contoh.com @ns1.dns-baru.example +shortcontoh.com dan nama nameserver dengan milikmu. Query ke nameserver lama hanya berguna selama zone di sana belum dihapus, jadi lakukan pengecekan ini sebelum akun hosting lama ditutup.
Kalau perintah pertama sudah menunjukkan nameserver baru tapi sebagian resolver masih menjawab dengan data lama, itu wajar di masa transisi. Delegasi nameserver juga di-cache. Perubahan di registrar perlu waktu untuk diteruskan ke zone induk, misalnya zone .com atau .id, lalu ke cache resolver di berbagai ISP.
Titik temu: zone baru bukan salinan zone lama
www. Sering juga ada MX yang menunjuk ke mail server di hosting itu sendiri, ditambah SPF bawaan. Detailnya tergantung panel dan konfigurasi provider.
Akibatnya bisa beberapa hal sekaligus:
- MX sekarang mengarah ke server hosting baru, padahal mailbox sebenarnya ada di layanan email eksternal atau di server lama. Email masuk ke tempat yang salah atau ditolak karena mailbox tidak ditemukan.
- TXT untuk SPF, DKIM, dan verifikasi layanan pihak ketiga hilang, sehingga email keluar mulai gagal autentikasi.
- Subdomain yang dulu dibuat manual, misalnya CNAME ke layanan toko online atau landing page, tidak ikut dibuat.
Mitigasi sementara: lengkapi zone, jangan bolak-balik nameserver
- Ambil daftar record lengkap dari zone lama. Bisa lewat fitur export atau zone editor di panel lama, atau dengan query
diglangsung ke nameserver lama untuk setiap nama yang kamu tahu. - Buat ulang MX, TXT, CNAME, SRV, dan subdomain yang hilang di zone baru. Hapus MX default yang tidak dipakai.
- Kalau email dikelola di luar hosting baru, pastikan server hosting baru tidak menganggap dirinya sebagai tujuan email untuk domain itu. Di cPanel, ini biasanya diatur lewat menu Email Routing dengan memilih opsi remote mail exchanger. Di panel lain, nama menunya berbeda.
- Verifikasi dengan query langsung ke nameserver baru sebelum menganggap masalah selesai.
Perbaikan arsitektural: putuskan dari siapa yang memegang zone
www kalau berupa A record, dan subdomain lain yang memang ikut pindah. Jangan lupa cek AAAA. Kalau zone lama punya AAAA yang mengarah ke server lama, pengunjung IPv6 tetap diarahkan ke sana walaupun A record sudah benar.
Pilih ganti nameserver kalau semua layanan, termasuk email, memang ikut pindah ke provider baru. Opsi ini juga perlu dipilih kalau DNS lama melekat pada akun hosting lama yang akan ditutup. Kasus terakhir ini sering terlewat. Kalau zone ada di hosting lama dan kamu hanya mengubah A record di sana, semuanya tetap berjalan sampai akun lama dihentikan. Begitu akun dihentikan, zone ikut hilang dan seluruh domain berhenti resolve.
Apa pun pilihannya, persiapan sebelum migrasi kurang lebih sama:
- Inventaris semua record di zone saat ini dan catat layanan apa yang memakai tiap record.
- Turunkan TTL record yang akan diubah, satu sampai dua hari sebelumnya.
- Kalau akan ganti nameserver, lengkapi zone di provider baru lebih dulu dan cek dengan query langsung ke nameserver baru. Setelah itu baru ubah delegasi di registrar.
- Biarkan hosting lama tetap aktif sampai TTL terlama terlewati dan email sudah dipastikan normal.
