Mitos 1: Selama Cloudflare aktif, kita tidak butuh sertifikat valid di server backend
Mitos 2: HTTP-01 pasti gagal jika Cloudflare diatur dalam mode proxy (awan oranye)
http://domain-anda.com/.well-known/acme-challenge/<token>. Jika proxy aktif, request ini akan diterima oleh Cloudflare terlebih dahulu, lalu diteruskan ke IP server backend kita. Selama server kita merespons dengan token yang tepat dan status HTTP 200, validasi akan berhasil.
Penyebab HTTP-01 gagal di balik Cloudflare biasanya bukan karena keberadaan proxy itu sendiri, melainkan fitur keamanan tambahan yang kita nyalakan. Beberapa pemicu utamanya meliputi aturan Web Application Firewall (WAF) yang memblokir bot, fitur 'Under Attack Mode', proteksi Cloudflare Bot Fight Mode yang menahan request bot otomatis dengan JavaScript challenge, atau aturan Page Rules/Transform Rules yang mengarahkan semua HTTP secara agresif ke HTTPS sebelum request menyentuh folder challenge. Jika kamu mengecualikan path /.well-known/acme-challenge/* dari aturan redirect dan tantangan bot di dashboard Cloudflare, validasi HTTP-01 umumnya tetap dapat diperbarui tanpa masalah.
Mitos 3: DNS-01 selalu lebih unggul dari HTTP-01 untuk semua kebutuhan
*.domain-anda.com), dan sangat ideal untuk server backend yang berada di jaringan internal terisolasi (private network) yang port webnya tidak dibuka ke internet publik. Namun, menganggapnya tanpa cela adalah kekeliruan arsitektur.
Kelemahan terbesar DNS-01 terletak pada ketergantungan API dan keamanan kredensial. Agar client ACME (seperti certbot atau acme.sh) di server kamu bisa melakukan validasi DNS-01 secara otomatis, server tersebut harus menyimpan API Token DNS provider (dalam hal ini Cloudflare). Jika server kamu berhasil disusupi pihak ketiga, token tersebut bisa ikut bocor. Bila kamu salah memberikan izin cakupan (scope) saat membuat token—misalnya menggunakan Global API Key alih-alih API Token terbatas per zona—penyerang bisa memanipulasi seluruh konfigurasi DNS untuk domain lain di akun Cloudflare yang sama.
Selain faktor keamanan, DNS-01 rentan terhadap keterlambatan propagasi DNS. Terkadang script otomasi membuat record TXT _acme-challenge, lalu langsung memanggil API Let's Encrypt sebelum authoritative name server atau resolver publik sempat melihat record baru tersebut, yang berujung pada error validasi gagal.
Mitos 4: Memilih metode validasi sertifikat hanya masalah selera sekali pasang
Kapan Harus Memilih DNS-01 dan Kapan HTTP-01?
-
Pilih DNS-01 jika kamu memerlukan wildcard certificate, jika server backend kamu tidak memiliki IP publik langsung, atau jika port 80 di server origin sengaja ditutup demi kebijakan firewall yang ketat. Jika memilih jalur ini, wajibkan pembuatan API Token di Cloudflare dengan batasan hak akses seminimal mungkin: hanya izin
Zone - DNS - Edituntuk satu zona domain spesifik, bukan Global API Key. -
Pilih HTTP-01 jika web server kamu memang melayani domain publik tunggal, kamu tidak ingin menyimpan API Token DNS di dalam filesystem server backend, dan kamu memiliki kendali penuh atas konfigurasi web server (seperti Nginx atau Apache) untuk memetakan alias direktori
.well-known/acme-challenge/.
NGINX
location ^~ /.well-known/acme-challenge/ {
default_type 'text/plain';
root /var/www/letsencrypt;
allow all;
}