daily, weekly, dan monthly. Sekarang foldernya berupa tanggal, jumlah salinannya beda, disk tiba-tiba penuh, atau folder di remote FTP malah kosong. Penyebabnya hampir selalu sama: Backup Configuration di WHM bukan versi baru dari Legacy Backup. Ini sistem yang berbeda, dengan logika retensi dan pengiriman yang berbeda juga.
Artikel ini mengikuti urutan pengecekan yang biasanya kita lakukan di meja support saat ada laporan seperti itu. Dari situ kelihatan apa yang berubah dan apa yang perlu disetel ulang.
Cek pertama: sistem backup mana yang sebenarnya jalan
/etc/cpbackup.conf. Hasilnya biasanya ditaruh di /backup/cpbackup/. Sistem baru memakai /var/cpanel/backups/config dan menulis hasil backup ke folder bertanggal di bawah direktori backup yang kamu tentukan, defaultnya /backup.
Pengecekan read-only yang cukup aman dijalankan:
BASH
ls -la /etc/cpbackup.conf /var/cpanel/backups/config
whmapi1 backup_config_get
ls -la /backup- Jika
/backup/cpbackup/masih ada tapi isinya tidak pernah diperbarui, itu sisa Legacy. Isinya tidak lagi dirotasi oleh siapa pun dan diam-diam memakan disk. - Jika
backup_config_getmenunjukkan backup aktif dan folder bertanggal terus bertambah, sistem baru yang bekerja. - Jika keduanya kosong atau tidak jelas, cek apakah ada cron kustom atau skrip pihak ketiga yang selama ini dianggap backup bawaan.
Cek kedua: retensi tidak lagi berbentuk satu slot per periode
- Disk penuh setelah migrasi. Retensi daily diset cukup banyak, dan setiap salinan berupa backup penuh (compressed atau uncompressed). Pemakaian disk naik kira-kira sebanding dengan jumlah salinan dikali ukuran akun. Di Legacy, efek ini tidak terasa karena slotnya ditimpa.
- Titik restore lebih sedikit dari dugaan. Daily diset rendah dan weekly atau monthly belum diaktifkan. Admin mengira masih punya cadangan bulanan seperti dulu, padahal tidak ada.
Cek ketiga: incremental tidak berarti hemat di semua tempat
.tar.gz per akun. Di filesystem yang inode-nya terbatas, ini bisa jadi masalah sebelum kapasitas disk habis. Proses restore satu akun utuh juga terasa berbeda karena datanya bukan satu arsip tunggal.
Aturan praktis yang aku pakai: incremental cocok untuk salinan lokal atau rsync ke server lain yang kamu kontrol. Untuk object storage, compressed biasanya lebih sederhana dikelola, walaupun lebih boros ruang.
Cek keempat: log transfer ke remote destination
BASH
ls -lt /usr/local/cpanel/logs/cpbackup/ | head
tail -n 50 /usr/local/cpanel/logs/cpbackup_transporter.log- Log di folder
cpbackup/menunjukkan proses pembuatan backup per akun. - Log transporter menunjukkan upload ke destination dan proses pemangkasan (prune) salinan lama di sana.
Cek kelima: apakah backup offsite bisa dihapus dari server itu sendiri
- Apakah kredensial yang tersimpan di WHM bisa menghapus atau menimpa objek di storage tujuan? Kalau bisa, salinan offsite tidak terlindungi dari root yang dibobol.
- Apakah storage tujuan punya versioning atau object lock (immutability) yang mencegah penghapusan selama periode tertentu? Dukungannya berbeda antar penyedia, jadi cek di dokumentasi penyedia masing-masing.
- Adakah salinan yang ditarik (pull) dari sistem lain, bukan dikirim dari server produksi? Dengan pull, server produksi tidak pernah memegang kredensial ke tempat backup disimpan.
Yang perlu dibawa pulang
- Pastikan konfigurasi mana yang aktif.
- Bersihkan sisa
/backup/cpbackup/setelah yakin tidak dibutuhkan lagi. - Hitung ulang retensi berdasarkan kapasitas disk.
- Cocokkan tipe backup dengan destination yang mendukungnya.
- Baca log transporter, bukan hanya status backup lokal.
