Dampak awal ketika data utama terenkripsi
Urutan investigasi yang biasanya terjadi setelah server terenkripsi
Titik temuan: backup ada, tapi tidak bisa dipakai
Mitigasi sementara: karantina dulu, baru pulihkan
- Putus akses jaringan server yang terinfeksi, atau setidaknya batasi hanya untuk akses investigasi. Jangan langsung dihapus, karena jejaknya mungkin dibutuhkan untuk mencari tahu cara penyerang masuk.
- Jangan sambungkan storage backup ke server yang terinfeksi. Ini kesalahan yang cukup umum: panik, lalu me-mount disk backup ke server lama untuk restore, dan backup terakhir yang selamat ikut terenkripsi.
- Siapkan server baru yang bersih, lalu restore dari backup ke sana.
- Ganti semua kredensial yang pernah ada di server lama: password panel, SSH key, password database, API token.
- Tutup celah yang dipakai penyerang sebelum layanan dibuka kembali, supaya tidak terinfeksi ulang.
Perbaikan arsitektur: backup terisolasi dan jadwal uji restore
BASH
# Cek arsip tar.gz bisa dibaca utuh sampai akhir
tar -tzf /path/ke/backup-situs.tar.gz > /dev/null && echo 'arsip terbaca utuh'
# Cek dump database terkompresi tidak korup
gunzip -t /path/ke/database.sql.gz && echo 'file gzip valid'
# Cocokkan checksum yang dicatat saat backup dibuat
sha256sum -c /path/ke/backup.sha256- Setiap minggu: cek log backup dan integritas file seperti di atas.
- Setiap bulan: restore satu situs atau satu akun secara penuh ke server uji, lalu buka website-nya, login ke admin, dan cek data terbaru ada di sana.
- Setiap kuartal: latihan pemulihan penuh, seolah server utama hilang. Catat berapa lama prosesnya dan langkah apa yang ternyata tidak terdokumentasi.
