Pastikan dulu ini memang masalah satu jaringan
Resolver DNS menentukan edge mana yang didapat
BASH
# ASN dari IP publik pelanggan (ganti dengan IP yang dikirim pelanggan)
whois -h whois.cymru.com ' -v 203.0.113.10'
# IP resolver yang dipakai (yang terlihat dari sisi server otoritatif)
dig +short TXT o-o.myaddr.l.google.com
# IP edge yang didapat pelanggan untuk domain kita
dig +short www.example.comBaca header respons edge dan pecah waktunya
BASH
# Header respons dari edge
curl -sI https://www.example.com/
# Rincian waktu: DNS, koneksi TCP, TLS, byte pertama, total
curl -o /dev/null -s -w 'dns=%{time_namelookup} connect=%{time_connect} tls=%{time_appconnect} ttfb=%{time_starttransfer} total=%{time_total}
' https://www.example.com/
# Jalur ke edge, lewat TCP 443 supaya tidak tergantung ICMP (butuh root)
sudo mtr -rwzbc 100 -T -P 443 198.51.100.20connect sudah besar, masalahnya di jalur jaringan ke edge, entah edge-nya jauh atau rutenya muter. Kalau connect kecil tapi selisih ke ttfb besar, edge-nya dekat tapi lama menunggu respons, biasanya karena cache MISS dan edge harus mengambil dari origin. Jalankan beberapa kali, dan catat jamnya. Keluhan yang hanya muncul di jam ramai punya arti berbeda dengan yang lambat sepanjang hari.
Untuk pelanggan Windows yang tidak punya mtr, tracert atau pathping masih lebih baik daripada tidak ada sama sekali. Hasilnya tidak selengkap mtr, tapi tetap menunjukkan jalurnya lewat mana.
Red herring yang sering bikin salah arah
curl --resolve ke IP origin dari jaringan normal. Kalau origin cepat dan dari jaringan lain juga cepat, origin bisa dicoret.
Ketiga, cache yang dingin. Edge yang baru menerima traffic dari satu wilayah belum punya cache untuk banyak URL, jadi request awal pasti MISS. Ini biasanya membaik sendiri. Kalau status cache dari jaringan Telkomsel terus-terusan MISS untuk URL yang sama sementara dari jaringan lain HIT, itu tanda pelanggan diarahkan ke edge yang berbeda, dan kembali ke soal pemetaan tadi. Kalau gejalanya konten lama yang muncul dari satu ISP, bukan lambat, itu kasus lain yang dibahas di artikel konten lama dari satu ISP, purge atau eskalasi.
Setelah tiga hal ini disingkirkan, penyebabnya biasanya mengerucut ke salah satu dari dua: pelanggan diarahkan ke edge yang salah (masalah pemetaan, sering terkait resolver), atau edge-nya benar tapi rute dari operator ke edge itu tidak optimal (masalah peering atau routing). Dua-duanya hanya bisa diperbaiki provider CDN, dan sering perlu koordinasi mereka dengan operator. Tugas kita adalah membuktikan yang mana.
Susun eskalasinya jadi satu paket
TEXT
Subjek: Latensi tinggi dari ASN <nomor> ke domain www.example.com
Domain/URL : https://www.example.com/ (dan URL lain yang terdampak)
Waktu kejadian : <tanggal dan jam, dalam UTC>, berulang/terus-menerus
Sisi lambat (jaringan operator seluler)
IP publik klien : <IP> ASN: <nomor>
IP resolver : <IP> ASN: <nomor>
IP edge didapat : <IP>
Header edge : <ID request>, <kode PoP>, <status cache>
Timing curl : dns=.. connect=.. tls=.. ttfb=.. total=..
mtr : terlampir (TCP 443, 100 paket)
Sisi normal (jaringan pembanding)
(isi field yang sama)
Yang sudah dicek
- Origin diuji langsung dengan curl --resolve, respons normal
- Loss di mtr hanya di hop tengah / berlanjut sampai hop akhir
- Status cache dari sisi lambat: selalu MISS / campuran
Pertanyaan
- Apakah ASN/resolver ini dipetakan ke PoP yang benar?
- Apakah ada masalah rute atau peering dari ASN ini ke PoP tersebut?Memastikan masalahnya benar-benar beres
connect di timing curl turun jelas dibanding sebelumnya. Kalau perbaikannya di sisi DNS, ingat ada TTL, jadi hasil lama bisa masih tersimpan di resolver beberapa saat.
Pola kerjanya sebenarnya sederhana. Ubah "lambat dari Telkomsel" jadi ASN, IP resolver, IP edge, header edge, timing, dan mtr, lalu letakkan bersebelahan dengan data dari jaringan yang normal. Simpan kerangka eskalasi tadi di catatan tim, supaya saat keluhan serupa datang lagi, L1 bisa langsung mengumpulkan data yang benar di percakapan pertama, tanpa harus bolak-balik ke pelanggan.