Gambaran sederhananya
Kenapa TTL baru tidak berlaku untuk cache yang sudah ada
Kalau nameserver ikut pindah, TTL-nya bukan milikmu
Cache lain di luar resolver
Cara cek jawaban tiap resolver dengan dig
example.com dengan domain kamu. Ganti juga ns1.provider-baru.example dan ns1.provider-lama.example dengan nameserver yang sebenarnya.
BASH
# 1. Jawaban langsung dari nameserver authoritative baru (tanpa cache)
dig @ns1.provider-baru.example example.com A +norecurse +noall +answer
# 2. Apakah nameserver lama masih menjawab dengan IP lama?
dig @ns1.provider-lama.example example.com A +norecurse +noall +answer
# 3. Jawaban dari beberapa resolver publik; kolom TTL = sisa waktu cache
dig @8.8.8.8 example.com A +noall +answer
dig @1.1.1.1 example.com A +noall +answer
dig @9.9.9.9 example.com A +noall +answer
# 4. Delegasi NS di level TLD beserta TTL-nya (contoh untuk .com)
dig NS com +short
dig @a.gtld-servers.net example.com NS +norecurse +noall +authority
# 5. Jalur resolusi lengkap dari root sampai authoritative
dig +trace example.com Anslookup atau dig ke domain tersebut dari jaringan mereka sendiri, lalu bandingkan IP yang muncul dengan IP di nameserver authoritative. Kalau hasil dari jaringan pengguna sudah benar tapi browsernya masih membuka server lama, fokus ke file hosts dan cache di perangkat.
