Dampak yang terlihat dari sisi pengguna
Urutan penelusuran dari sesi sampai item
- Cari direktori sesi di server tujuan.
- Baca log utama sesi untuk melihat item mana yang gagal, akun A di fase transfer atau akun B di fase restore.
- Buka log per item untuk akun yang gagal.
- Cocokkan waktunya dengan error log cPanel di
/usr/local/cpanel/logs/error_log. - Kalau gagalnya di fase transfer, periksa juga sisi server sumber, karena arsip dibuat di sana.
BASH
# Daftar sesi transfer, urut dari yang paling lama ke terbaru
ls -ltr /var/cpanel/transfer_session/
# Isi satu sesi (ganti SESSION_ID dengan ID dari halaman progres)
ls -l /var/cpanel/transfer_session/SESSION_ID/
# Cari baris error, fail, atau warning di semua log sesi (read-only)
grep -inE 'error|fail|warn' /var/cpanel/transfer_session/SESSION_ID/*.logTitik yang biasanya membuka masalah
TEXT
# contoh format output, bukan log asli
[restore] Restoring account files ... done
[restore] Restoring databases ...
[restore] Error: failed to import database namauser_wp
[restore] Warning: unable to grant privileges for namauser_wpuser
[restore] Restore completed with errorsgrep '^namauser:' /etc/passwd dan grep 'domainnya.com' /etc/userdomains di server tujuan.
Database. Import bisa gagal karena dump terlalu besar untuk batas yang berlaku, ada objek dengan DEFINER yang merujuk ke user yang tidak ada, atau versi MySQL/MariaDB di kedua server terlalu berbeda. Bandingkan hasil mysql -V di sumber dan tujuan. Kalau versinya jauh berbeda, anggap itu tersangka utama sampai terbukti sebaliknya.
Ruang disk dan quota. Arsip akun perlu tempat untuk disalin lalu diekstrak, jadi kebutuhan ruang sementara bisa lebih besar dari ukuran akun itu sendiri. Cek df -h /home dan df -i /home. Inode yang habis juga bisa bikin restore gagal walaupun ruang dalam GB masih terlihat longgar. Soal quota paket yang lebih kecil dari pemakaian akun, perilakunya tergantung versi dan pengaturan quota filesystem. Ada yang berupa warning, ada yang membuat sebagian data gagal ditulis.
Koneksi dan timeout. Kalau gagalnya di fase transfer, biasanya penyebabnya autentikasi SSH ke server sumber, firewall, atau pembuatan arsip di sumber yang terlalu lama untuk akun besar. Di sini log di server sumber dan pemakaian disk sumber juga perlu dilihat.
Mitigasi sementara saat Transfer Tool tetap gagal
/scripts/removeacct, akan menghapus semua file, database, dan email akun tersebut di server tujuan. Proses ini tidak bisa dibatalkan. Pastikan itu benar-benar salinan yang gagal, bukan akun yang sudah dipakai pelanggan, dan pastikan data aslinya masih utuh di server sumber.
Kalau Transfer Tool terus macet di fase transfer, misalnya karena koneksi antarserver tidak stabil, cara manual sering lebih mudah dikendalikan:
BASH
# Di server sumber: buat arsip akun
/scripts/pkgacct namauser
# Salin arsip ke server tujuan (sesuaikan host, port, dan path)
rsync -avP /home/cpmove-namauser.tar.gz root@SERVER_TUJUAN:/home/
# Di server tujuan: restore arsip
/scripts/restorepkg /home/cpmove-namauser.tar.gz/scripts/restorepkg --help sebelum memakainya. Setelah restore, buka situs lewat file hosts lokal atau URL sementara, dan pastikan database serta email benar-benar ada sebelum DNS dipindah.
